Mengupload transaksi offline

Setelah menyiapkan Penjualan di toko (upload langsung) sebagai jenis konversi, Anda siap untuk mulai mengupload transaksi offline ke Google Ads.

Artikel ini menjelaskan cara menyiapkan data peristiwa dan transaksi offline, lalu menguploadnya ke Google Ads.

Cara kerja

Anda harus menyiapkan data peristiwa/transaksi offline yang ingin diupload ke Google Ads. Anda dapat mengupload data transaksi secara langsung di Google Ads atau bekerja sama dengan partner pihak ketiga. Tanyakan kepada perwakilan akun Anda tentang penggunaan partner data pihak ketiga untuk melacak konversi offline. 

Petunjuk

Ikuti petunjuk di bawah ini untuk menyiapkan data peristiwa/transaksi offline. Anda dapat mengupload data pribadi pelanggan yang telah di-hash menggunakan algoritme SHA256, atau, Anda dapat mengupload data pribadi pelanggan dengan teks biasa melalui upload CSV satu kali dalam antarmuka Google Ads, dan data akan di-hash secara otomatis untuk Anda dengan menggunakan algoritme SHA256 sama yang merupakan standar industri untuk hashing satu arah.

Perhatikan

Anda tidak perlu memberikan semua jenis data yang terkait dengan informasi pelanggan (4b-4h). Namun, memberikannya sebanyak mungkin dapat membantu Anda menyempurnakan tingkat kecocokan.

Mengupload data teks biasa tanpa hash

  1. Download template CSV upload konversi (Catatan: Hashing sisi klien tidak didukung untuk upload Excel atau Google Spreadsheet). Pastikan Anda tidak menghapus baris yang dimulai dengan "Email" atau impor Anda tidak akan berhasil.
    1. Pastikan data Anda tidak menyertakan kolom tambahan atau informasi apa pun selain yang diperlukan di template.
    2. Pastikan untuk memberikan kedua parameter berikut:
      • Loyalty Rate (Rasio Loyalitas): Ini adalah bagian dari keseluruhan penjualan yang dapat Anda kaitkan dengan program loyalitas pelanggan. Bagian tersebut harus antara 0 dan 1 (tidak termasuk 0).
      • Transaction Upload Rate (Rasio Upload Transaksi): Ini adalah rasio penjualan yang Anda upload terhadap keseluruhan penjualan yang dapat Anda kaitkan dengan pelanggan. Bagian tersebut harus antara 0 dan 1. Misalnya, jika Anda mengupload separuh penjualan yang dapat Anda kaitkan dengan pelanggan, Rasio Upload Transaksi Anda akan menjadi 0,5 atau 50% (tidak termasuk 0).
  2. Pilih cara memasukkan zona waktu dalam file:
    1. Jika semua waktu konversi Anda berada di zona waktu yang sama, tetapkan zona waktu sekali saja di baris "Parameters".
    2. Jika waktu konversi berada di zona waktu yang berbeda, tambahkan zona waktu ke setiap waktu konversi menggunakan kolom “Conversion Time”. Lihat petunjuk dan tabel pada "Conversion Time" di langkah 4 di bawah. Jika zona waktu tidak dimasukkan di baris "Parameters", berarti Anda hanya akan memberikan Rasio Loyalitas dan Rasio Upload Transaksi di baris "Parameters".
    3. Atau, Anda dapat memasukkan zona waktu di baris "Parameters" dan "Conversion Time". “Conversion Time” akan digunakan terlebih dahulu, dan jika ada konversi yang tidak memiliki zona waktu, nilai “Parameters” akan digunakan.
  3. Gunakan salah satu format berikut untuk memasukkan zona waktu:
    1. Masukkan ID zona waktu dari daftar ini. Metode ini disarankan untuk menghindari error selama transisi pergeseran waktu musim panas.
    2. Masukkan pengimbangan GMT dengan menunjukkan + atau - lalu 4 digit perbedaan waktu. (Misalnya, pengimbangan untuk New York adalah -0500, dan untuk Jakarta adalah +0700). Jika Anda menggunakan Waktu Tengah Greenwich (GMT), masukkan +0000.
  4. Selanjutnya, tambahkan baris baru untuk setiap transaksi offline dengan mengisi kolom seperti berikut:
    1. Email:
      • Alamat email akan di-hash secara otomatis di Google Ads menggunakan SHA-256 setelah pengiriman
      • Anda dapat memberikan hingga 3 alamat email. Bergantung pada jumlah alamat email yang Anda berikan, Anda dapat memiliki hingga 3 kolom dengan nama header "Email"
      • Semua karakter harus berupa huruf kecil
      • Hapus spasi tambahan sebelum, sesudah, atau di antara alamat email
      • Hapus titik sebelum tanda "@"
      • Contoh: user1@gmail.com, user2@yahoo.com, user3@googlemail.com
    2. Phone Number:
      • Nomor telepon akan di-hash secara otomatis di Google Ads menggunakan SHA-256 setelah pengiriman
      • Anda dapat menyediakan hingga 3 nomor telepon. Bergantung pada jumlah nomor telepon (atau format yang berbeda) yang Anda berikan, Anda dapat memiliki hingga 3 kolom dengan nama header “Phone Number”
      • Format nomor telepon harus sesuai dengan standar E.164 dan terdiri dari awalan "+", diikuti dengan kode negara dan nomor subscriber (yang mungkin mencakup kode tujuan nasional atau kode area)
      • Contoh: +12038271234, +442071838750
    3. First Name:
      • Nama depan akan di-hash secara otomatis di Google Ads menggunakan SHA-256 setelah pengiriman
      • Semua karakter harus berupa huruf kecil
      • Aksen diizinkan
      • Hapus spasi tambahan sebelum, sesudah, dan di antara nama
      • Contoh: budi, renée, marie-astrid, john
    4. Last Name:
      • Nama belakang akan di-hash secara otomatis di Google Ads menggunakan SHA-256 setelah pengiriman
      • Aksen diizinkan
      • Hapus spasi tambahan sebelum, sesudah, dan di antara nama
      • Contoh: andi, o'calloway, cox-cohen, mcdonnell
    5. City:
      • Nama kota tetap tidak akan di-hash
      • Semua karakter harus berupa huruf kecil
      • Aksen diizinkan
      • Contoh: san francisco, new york, paris, jakarta
    6. State:
      • Nama provinsi atau negara bagian tetap tidak akan di-hash
      • Semua karakter harus berupa huruf kecil
      • Kami juga mengizinkan nama provinsi atau negara bagian yang disingkat menjadi 2 huruf untuk AS (ini bisa ditulis dalam huruf besar)
      • Contoh: CA, california, new york, bengkulu
    7. Zip Code:
      • Kode pos tetap tidak akan di-hash
      • Kami mengizinkan kode pos internasional dan AS
      • Untuk Amerika Serikat:
        1. Kode 5 digit diizinkan
        2. 5 digit yang diikuti dengan ekstensi 4 digit juga diizinkan dan dapat menambah tingkat kecocokan
      • Untuk semua negara lain:
        1. Jangan sertakan ekstensi kode pos
      • Contoh: 94109, 94109-1234, 103-8011, W1J 0BH
    8. Country:
      • Nama negara tetap tidak akan di-hash
      • Gunakan kode negara 2 huruf ISO
      • Sertakan kode negara meskipun semua data pelanggan Anda berasal dari negara yang sama
      • Contoh: US, DE, FR, AU, ID
    9. Conversion Name: nama tindakan konversi yang konversinya ingin Anda impor. Anda harus menggunakan ejaan dan huruf besar yang sama persis ketika membuat tindakan konversi ini di akun Google Ads.
    10. Conversion Time: tanggal dan waktu konversi terjadi. Lihat tabel di bawah untuk daftar format tanggal yang dapat diterima (misalnya, MM/dd/yyyy HH:mm:ss). Anda dapat menambahkan zona waktu ke waktu konversi dengan menggunakan salah satu dari 4 format terakhir yang tercantum. Ganti “+z” dengan pengimbangan GMT dengan menunjukkan + atau - lalu 4 digit perbedaan waktu. (Misalnya, pengimbangan untuk New York adalah -0500, dan untuk Jakarta adalah +0700). Atau, ganti "zzzz" dengan ID zona waktu dari daftar ini.
      Format Contoh
      MM/dd/yyyy hh:mm:ss aa "08/14/2012 5:01:54 PM"
      MMM dd,yyyy hh:mm:ss aa "Aug 14, 2012 5:01:54 PM"
      MM/dd/yyyy HH:mm:ss "08/14/2012 17:01:54"
      yyyy-MM-dd HH:mm:ss "2012-08-14 13:00:00"
      yyyy-MM-ddTHH:mm:ss "2012-08-14T13:00:00"
      yyyy-MM-dd HH:mm:ss+z "2012-08-14 13:00:00+0500"
      yyyy-MM-ddTHH:mm:ss+z "2012-08-14T13:00:00-0100"
      yyyy-MM-dd HH:mm:ss zzzz "2012-08-14 13:00:00 America/Los_Angeles"
      yyyy-MM-ddTHH:mm:ss zzzz "2012-08-14T13:00:00 America/Los_Angeles"

       

    11. Conversion Value: angka yang mewakili nilai yang Anda masukkan pada konversi tersebut (hanya angka positif yang diperbolehkan).
    12. Conversion Currency (kolom opsional): mata uang yang digunakan untuk menyediakan nilai konversi Anda. Anda harus menggunakan ini jika Anda melaporkan nilai konversi dalam lebih dari satu mata uang, atau memiliki beberapa akun yang ditagih dalam mata uang yang berbeda. Gunakan kode mata uang ISO 4217 3 karakter, seperti USD untuk dolar Amerika Serikat, dan JPY untuk yen Jepang.

Mengupload data dengan hash

  1. Download template upload konversi (download: Excel, CSV, atau Google Spreadsheet). Pastikan Anda tidak menghapus baris yang dimulai dengan "Email" atau impor Anda tidak akan berhasil.
    1. Pastikan data Anda tidak menyertakan kolom tambahan atau informasi apa pun selain yang diperlukan di template.
    2. Pastikan untuk memberikan kedua parameter berikut:
      • Loyalty Rate (Rasio Loyalitas): Ini adalah bagian dari keseluruhan penjualan yang dapat Anda kaitkan dengan program loyalitas pelanggan. Bagian tersebut harus antara 0 dan 1 (tidak termasuk 0).
      • Transaction Upload Rate (Rasio Upload Transaksi): Ini adalah rasio penjualan yang Anda upload terhadap keseluruhan penjualan yang dapat Anda kaitkan dengan pelanggan. Bagian tersebut harus antara 0 dan 1. Misalnya, jika Anda mengupload separuh penjualan yang dapat Anda kaitkan dengan pelanggan, Rasio Upload Transaksi Anda akan menjadi 0,5 atau 50%.
  2. Pilih cara memasukkan zona waktu dalam file:
    1. Jika semua waktu konversi Anda berada di zona waktu yang sama, tetapkan zona waktu sekali saja di baris "Parameters".
    2. Jika waktu konversi berada di zona waktu yang berbeda, tambahkan zona waktu ke setiap waktu konversi menggunakan kolom “Conversion Time”. Lihat petunjuk dan tabel pada "Conversion Time" di langkah 4 di bawah. Jika zona waktu tidak dimasukkan di baris "Parameters", berarti Anda hanya akan memberikan Rasio Loyalitas dan Rasio Upload Transaksi di baris "Parameters".
    3. Atau, Anda dapat memasukkan zona waktu di baris "Parameters" dan "Conversion Time". “Conversion Time” akan digunakan terlebih dahulu, dan jika ada konversi yang tidak memiliki zona waktu, nilai “Parameters” akan digunakan.
  3. Gunakan salah satu format berikut untuk memasukkan zona waktu:
    1. Masukkan ID zona waktu dari daftar ini. Metode ini disarankan untuk menghindari error selama transisi pergeseran waktu musim panas.
    2. Masukkan pengimbangan GMT dengan menunjukkan + atau - lalu 4 digit perbedaan waktu. (Misalnya, pengimbangan untuk New York adalah -0500, dan untuk Jakarta adalah +0700). Jika Anda menggunakan Waktu Tengah Greenwich (GMT), masukkan +0000.
  4. Selanjutnya, tambahkan baris baru untuk setiap transaksi offline dengan mengisi kolom seperti berikut:
    1. Email:
      • Alamat email harus di-hash menggunakan SHA-256
      • Anda dapat memberikan hingga 3 alamat email. Bergantung pada jumlah alamat email yang Anda berikan, Anda dapat memiliki hingga 3 kolom dengan nama header "Email"
      • Semua karakter harus berupa huruf kecil
      • Hapus spasi tambahan sebelum, sesudah, atau di antara alamat email
      • Hapus titik sebelum tanda "@"
      • Contoh: user1@gmail.com, user2@yahoo.com, user3@googlemail.com
    2. Phone Number:
      • Nomor telepon harus di-hash menggunakan SHA-256
      • Anda dapat menyediakan hingga 3 nomor telepon. Bergantung pada jumlah nomor telepon (atau format yang berbeda) yang Anda berikan, Anda dapat memiliki hingga 3 kolom dengan nama header “Phone Number”
      • Format nomor telepon harus sesuai dengan standar E.164 dan terdiri dari awalan "+", diikuti dengan kode negara dan nomor subscriber (yang mungkin mencakup kode tujuan nasional atau kode area)
      • Contoh: +12038271234, +442071838750
    3. First Name:
      • Nama depan harus di-hash menggunakan SHA-256
      • Semua karakter harus berupa huruf kecil
      • Aksen diizinkan
      • Hapus spasi tambahan sebelum, sesudah, dan di antara nama
      • Contoh: budi, renée, marie-astrid, john
    4. Last Name:
      • Nama belakang harus di-hash menggunakan SHA-256
      • Aksen diizinkan
      • Hapus spasi tambahan sebelum, sesudah, dan di antara nama
      • Contoh: andi, o'calloway, cox-cohen, mcdonnell
    5. City:
      • Nama kota tidak boleh di-hash
      • Semua karakter harus berupa huruf kecil
      • Aksen diizinkan
      • Contoh: san francisco, new york, paris, jakarta
    6. State:
      • Nama provinsi atau negara bagian tidak boleh di-hash
      • Semua karakter harus berupa huruf kecil
      • Kami juga mengizinkan nama provinsi atau negara bagian yang disingkat menjadi 2 huruf untuk AS (ini bisa ditulis dalam huruf besar)
      • Contoh: CA, california, new york, bengkulu
    7. Zip Code:
      • Kode pos tidak boleh di-hash
      • Kami mengizinkan kode pos internasional dan AS
      • Untuk Amerika Serikat:
        1. Kode 5 digit diizinkan
        2. 5 digit yang diikuti dengan ekstensi 4 digit juga diizinkan dan dapat menambah tingkat kecocokan
      • Untuk semua negara lain:
        1. Jangan sertakan ekstensi kode pos
      • Contoh: 94109, 94109-1234, 103-8011, W1J 0BH
    8. Country:
      • Nama negara tidak boleh di-hash
      • Gunakan kode negara 2 huruf ISO
      • Sertakan kode negara meskipun semua data pelanggan Anda berasal dari negara yang sama
      • Contoh: US, DE, FR, AU, ID
    9. Conversion Name: nama tindakan konversi yang konversinya ingin Anda impor. Anda harus menggunakan ejaan dan huruf besar yang sama persis ketika membuat tindakan konversi ini di akun Google Ads.
    10. Conversion Time: tanggal dan waktu konversi terjadi. Lihat tabel di bawah untuk daftar format tanggal yang dapat diterima (misalnya, MM/dd/yyyy HH:mm:ss). Anda dapat menambahkan zona waktu ke waktu konversi dengan menggunakan salah satu dari 4 format terakhir yang tercantum. Ganti “+z” dengan pengimbangan GMT dengan menunjukkan + atau - lalu 4 digit perbedaan waktu. (Misalnya, pengimbangan untuk New York adalah -0500, dan untuk Jakarta adalah +0700). Atau, ganti "zzzz" dengan ID zona waktu dari daftar ini.
      Format Contoh
      MM/dd/yyyy hh:mm:ss aa "08/14/2012 5:01:54 PM"
      MMM dd,yyyy hh:mm:ss aa "Aug 14, 2012 5:01:54 PM"
      MM/dd/yyyy HH:mm:ss "08/14/2012 17:01:54"
      yyyy-MM-dd HH:mm:ss "2012-08-14 13:00:00"
      yyyy-MM-ddTHH:mm:ss "2012-08-14T13:00:00"
      yyyy-MM-dd HH:mm:ss+z "2012-08-14 13:00:00+0500"
      yyyy-MM-ddTHH:mm:ss+z "2012-08-14T13:00:00-0100"
      yyyy-MM-dd HH:mm:ss zzzz "2012-08-14 13:00:00 America/Los_Angeles"
      yyyy-MM-ddTHH:mm:ss zzzz "2012-08-14T13:00:00 America/Los_Angeles"

       

    11. Conversion Value: angka yang mewakili nilai yang Anda masukkan pada konversi tersebut (hanya angka positif yang diperbolehkan).
    12. Conversion Currency (kolom opsional): mata uang yang digunakan untuk menyediakan nilai konversi Anda. Anda harus menggunakan ini jika Anda melaporkan nilai konversi dalam lebih dari satu mata uang, atau memiliki beberapa akun yang ditagih dalam mata uang yang berbeda. Gunakan kode mata uang ISO 4217 3 karakter, seperti USD untuk dolar Amerika Serikat, dan JPY untuk yen Jepang.

Mengupload data peristiwa offline

Untuk mengimpor konversi offline ke Google Ads, Anda harus mengupload file konversi ke akun Google Ads atau akun manager (MCC) Anda.

Penting: Setelah membuat tindakan konversi baru, tunggu 4-6 jam sebelum mengupload konversi untuk tindakan konversi tersebut. Jika Anda mengupload konversi dalam 4-6 jam pertama, Anda akan menerima pesan error dan harus mengupload konversi kembali.

Upload satu kali

  1. Login ke akun Google Ads.
  2. Di sudut kanan atas akun Anda, klik ikon fitur .
  3. Di bagian "Pengukuran", klik Konversi.
  4. Klik Upload dari menu halaman.
  5. Klik tombol tambah .
  6. Untuk mendownload template yang sesuai dengan jenis konversi yang ingin Anda impor, klik Lihat template. Anda dapat memilih Excel, CSV, atau Google Spreadsheet untuk mengupload konversi dari klik, panggilan, atau Penjualan di toko.
  7. Klik Selesai.
  8. Pilih “Sumber” yang ingin Anda upload dari: Upload file, Google Spreadsheet, HTTPS, atau SFTP.
    1. Jika Anda memilih Upload file atau Google Spreadsheet, klik Pilih file untuk memilih file yang ingin Anda upload.
    2. Jika Anda memilih HTTPS atau SFTP, masukkan URL untuk file tersebut, dan nama pengguna serta sandi untuk mengakses file.
  9. Klik tombol Upload dan lihat pratinjau atau Upload dan terapkan.
    1. Jika Anda mengklik “Upload dan lihat pratinjau”, Anda akan melihat pratinjau jumlah baris yang berhasil diupload dan jumlah error yang terjadi. Setelah puas dengan data Anda, klik Terapkan file untuk memulai proses setelah semua baris diupload. (Perhatikan, tidak ada opsi "urungkan" setelah tahap ini.)
    2. Jika Anda mengklik “Upload dan terapkan”, file akan diproses setelah semua baris diupload.
  10. Untuk melihat detail selengkapnya tentang status upload (termasuk error saat mengupload), klik link di kolom “Hasil".

Upload Terjadwal

  1. Login ke akun Google Ads.
  2. Di sudut kanan atas akun Anda, klik ikon fitur .
  3. Di bagian "Pengukuran", klik Konversi.
  4. Klik Upload dari menu halaman.
  5. Klik Jadwal.
  6. Klik tombol tambah .
  7. Pilih “Sumber” upload: Google Spreadsheet, HTTPS, atau SFTP.
    1. Jika Anda memilih Google Spreadsheet, klik Pilih file untuk memilih file yang ingin diupload.
    2. Jika Anda memilih HTTPS atau SFTP, masukkan URL untuk file tersebut, dan nama pengguna serta sandi untuk mengakses file.
  8. Tetapkan jadwal dengan memilih "Frekuensi" dan "Waktu" yang Anda inginkan untuk upload Anda. Anda dapat menjadwalkan upload mingguan atau harian untuk kapan saja.
  9. Klik Simpan & pratinjau untuk menyimpan jadwal Anda.
  10. Anda akan melihat jadwal tersimpan di tabel. Untuk mengedit, menjeda, atau menghapus jadwal, buka kolom "Tindakan", dan klik Opsi. Pilih Edit, Jeda, atau Hapus.
  11. Setelah selesai mengedit, klik Simpan & pratinjau. Jika menghapus jadwal, konfirmasikan bahwa Anda ingin menghapusnya dengan mengklik Hapus.

Menggunakan Google Ads API (AdWords API)

Pemilik atau administrator akun juga dapat menggunakan Google Ads API (AdWords API) untuk mengupload file data dan mengelola konversi Penjualan di toko (upload langsung). Pengiklan dapat membuat tindakan konversi, mengupload file data, atau mengedit konfigurasi melalui API. Pelajari Google Ads API (AdWords API) lebih lanjut.

Panduan tambahan

Klik bagian di bawah untuk melihat panduan yang harus diikuti saat mengimpor transaksi Anda.

Mengatur waktu upload

Transaksi offline yang diupload lebih dari 90 hari setelah tanggal transaksi tidak akan diimpor ke Google Ads, dan itu berarti transaksi tersebut tidak akan tampil di statistik konversi Anda.

Mengupload transaksi yang sama beberapa kali

Transaksi yang sama tidak akan diimpor lebih dari sekali. Jadi, jika Anda mencoba mengupload transaksi dengan kombinasi Informasi pelanggan, "Conversion Name", "Conversion Value", tanggal, dan waktu yang sama, Google Ads akan mengabaikannya untuk menghindari duplikasi konversi.

Melihat status upload

Setelah file diupload, Anda akan melihat entri baru untuk file tersebut di bagian atas tabel. Periksa kolom "Status" untuk melihat apakah pekerjaan Anda telah selesai. Impor file mungkin memerlukan waktu beberapa menit. Setelah selesai, Anda akan melihat ringkasan di kolom status dengan update berikut:

Status Detail
Melakukan pratinjau... Jika Anda mengklik Upload dan lihat pratinjau, Anda akan melihat pratinjau catatan yang diupload. Untuk mulai memproses, klik menu drop-down Tindakan dan pilih Terapkan. (Perhatikan, tidak ada opsi "urungkan" setelah tahap ini)
Memproses... Jika Anda mengklik Terapkan atau Upload dan terapkan, kami akan mulai memproses catatan Anda yang diupload.
Siap untuk diterapkan File telah diupload dan Anda dapat mengklik Terapkan untuk mulai memprosesnya.
Diterapkan File Anda telah berhasil diproses dan konversi telah ditambahkan ke akun Anda.
Gagal File Anda memiliki masalah sebelum pemrosesan atau jumlah catatan yang cocok setelah pemrosesan rendah.

Apa yang harus dilakukan jika terjadi error

Terkadang mungkin terjadi masalah yang mencegah seluruh file diproses. Jika ini terjadi, ikuti langkah-langkah berikut untuk memecahkan masalah file Anda.

  1. Klik link di kolom "Hasil" untuk melihat detail selengkapnya tentang status upload (termasuk error saat mengupload). Link ini akan tersedia selama 3 hari sejak waktu upload.
  2. Periksa kolom "Status" baru untuk melihat semua baris yang ditandai dengan error. Kolom “Ubah” akan memiliki nomor baris, yang berfungsi untuk mengidentifikasi baris yang sesuai di file transaksi Anda.
  3. Buat perubahan yang diperlukan pada file, simpan file, kemudian upload kembali. Anda dapat mengupload kembali seluruh file, termasuk perubahan sebelumnya (karena Google Ads akan mengabaikan baris yang telah diimpor). 

Melihat konversi yang diimpor di Google Ads

Perlu waktu hingga 48 jam untuk menampilkan statistik konversi di akun Google Ads Anda. Konversi penjualan di toko (upload langsung) akan ditambahkan ke kolom "Semua konversi" dalam laporan kampanye Anda. Anda harus menambahkan kolom ini ke laporan, jika belum melakukannya:

  1. Login ke akun Google Ads.
  2. Klik Kampanye pada menu halaman di sebelah kiri.
  3. Klik ikon kolom Kolom di atas tabel statistik.
  4. Pilih Ubah kolom dari drop-down.
  5. Pada "Pilih metrik", klik Konversi.
  6. Pilih Semua konv. dengan mengklik ikon panah.

Kolom "Semua konversi" sekarang akan muncul di laporan Anda. Penjualan di toko (upload langsung) tersedia di tingkat kampanye, grup iklan, dan kata kunci serta dapat disegmentasikan menurut perangkat. Untuk melihat penjualan di toko secara terpisah dari konversi lainnya, seperti tindakan di situs atau panggilan, ikuti petunjuk di bawah untuk menyegmentasikan kolom Anda. Sebelum mulai, pastikan Anda sudah menambahkan kolom "Semua konversi" ke laporan.

  1. Login ke akun Google Ads.
  2. Klik Kampanye pada menu halaman di sebelah kiri.
  3. Klik ikon segmen Segment. Pilih Konversi, lalu Nama konversi.
  4. Sekarang Anda akan melihat baris yang mencantumkan data berdasarkan setiap tindakan konversi. Cari baris untuk tindakan konversi Penjualan di toko (upload langsung) untuk melihat data penjualan di toko Anda.

Untuk melihat penjualan di toko dalam kolom terpisah tanpa menyegmentasi kampanye, Anda juga dapat menambahkan kolom kustom dengan mengikuti petunjuk di bawah ini. Sebelum mulai, pastikan Anda sudah menambahkan kolom "Semua konversi" ke laporan.

  1. Login ke akun Google Ads.
  2. Klik Kampanye pada menu halaman di sebelah kiri.
  3. Klik ikon kolom Kolom, lalu pilih Ubah kolom.
  4. Pilih kategori "Kolom Kustom" di sebelah kiri.
    1. Jika belum pernah membuat kolom kustom, Anda akan melihat kotak dialog.
    2. Jika Anda sudah pernah membuat kolom kustom, klik + Kolom.
  5. Pada bidang "Nama kolom", masukkan nama untuk kolom baru. Nama ini akan ditampilkan pada header.
  6. Di bidang "Deskripsi kolom", masukkan deskripsi kolom Anda. Teks yang dimasukkan di sini akan ditampilkan kapan pun Anda mengarahkan kursor ke atas ? di samping nama kolom.
  7. Klik menu Metrik, dan pilih Konversi, lalu pilih Semua konv. 
  8. Pada daftar di bawah, klik Konversi, lalu pilih Sumber konversi
  9. Pada "Segmen yang dipilih", pilih sumber Penjualan di toko (upload langsung). 
  10. Klik Simpan. Kolom khusus baru secara otomatis ditambahkan ke kolom Anda.
  11. Klik Terapkan untuk menerapkan penyesuaian kolom ke tabel data.

Catatan: Jika ada beberapa tindakan konversi Penjualan di toko (upload langsung), Anda dapat menyegmentasikan menurut nama konversi setelah membuat kolom kustom.

Cara mengupload transaksi untuk beberapa akun dari satu file

Untuk melakukannya, semua akun yang relevan harus ditautkan dari akun admin (MCC) bersama. Akun manager ini adalah tempat untuk mengupload file Anda.

  • Jika tracking konversi lintas-akun diaktifkan: Anda harus membuat tindakan konversi yang diimpor di tingkat akun manager, dan memastikan semua akun yang dikelola menggunakan manager sebagai "akun konversi". Semua akun di bawah manager yang menggunakan manager sebagai "akun konversi" digunakan untuk tujuan pencocokan saat mengupload transaksi ke manager
  • Jika beberapa akun tidak menggunakan akun manager sebagai akun konversi: Anda harus membuat tindakan konversi Penjualan di toko untuk masing-masing akun dan mengimpor transaksi secara terpisah ke akun ini. Perhatikan bahwa dalam hal ini, konversi Penjualan di toko tidak akan dihapus duplikatnya di seluruh akun yang tidak menggunakan tracking konversi lintas-akun.
Apakah ini membantu?
Bagaimana cara meningkatkannya?

Perlu bantuan lain?

Login untuk opsi dukungan tambahan guna memecahkan masalah dengan cepat