Mengamankan situs Anda dengan HTTPS

Melindungi situs dan pengguna Anda

Apa itu HTTPS?

HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure) adalah protokol komunikasi internet yang melindungi integritas dan kerahasiaan data pengguna antara komputer pengguna dan situs. Pengguna menginginkan pengalaman online yang aman dan bersifat pribadi saat menggunakan situs. Sebaiknya Anda mengadopsi HTTPS untuk melindungi koneksi pengguna ke situs Anda, terlepas isi konten situs tersebut.

Data yang dikirim menggunakan HTTPS diamankan melalui protokol Transport Layer Security (TLS), yang memberikan tiga lapis perlindungan utama:

  1. Enkripsi—mengenkripsi data pertukaran untuk menjaga keamanannya dari penyadap. Artinya, saat pengguna menjelajahi situs web, tidak ada yang dapat "menguping" percakapan, melacak aktivitas di berbagai laman, atau mencuri informasi mereka.
  2. Integritas data—data tidak dapat diubah atau dirusak selama transfer, dengan sengaja atau tidak, tanpa terdeteksi.
  3. Autentikasi—membuktikan bahwa pengguna Anda berkomunikasi dengan situs web yang diinginkan. Hal tersebut melindungi dari serangan man-in-the-middle (MITM) dan membangun kepercayaan pengguna, yang dapat memberikan keuntungan lain untuk bisnis Anda.

Praktik terbaik saat menerapkan HTTPS

Gunakan sertifikat keamanan yang kuat

Anda harus mendapatkan sertifikat keamanan sebagai bagian dari pengaktifan HTTPS untuk situs. Sertifikat ini diterbitkan oleh otoritas sertifikat (CA), yang akan melakukan langkah-langkah untuk memverifikasi bahwa alamat web Anda benar-benar milik organisasi Anda, sehingga akan melindungi pelanggan dari serangan man-in-the-middle. Saat menyiapkan sertifikat, pastikan keamanan tingkat tinggi diterapkan dengan memilih kunci 2048-bit. Jika Anda telah memiliki sertifikat dengan kunci yang lebih lemah (1024-bit), tingkatkan versinya ke 2048 bit. Saat memilih sertifikat situs, perhatikan hal-hal berikut:

  • Dapatkan sertifikat Anda dari CA yang dapat diandalkan yang menawarkan dukungan teknis.
  • Tentukan jenis sertifikat yang Anda butuhkan:
    • Satu sertifikat untuk satu asal yang aman (misalnya www.example.com).
    • Sertifikat beberapa domain untuk beberapa asal aman yang telah dikenal (misalnya www.example.com, cdn.example.com, example.co.uk).
    • Sertifikat karakter pengganti untuk asal yang aman dengan banyak subdomain dinamis (misalnya a.example.com, b.example.com).

Gunakan pengalihan sisi server

Alihkan pengguna dan mesin telusur ke halaman HTTPS atau sumber daya dengan pengalihan HTTP 301 sisi server.

Verifikasi bahwa halaman HTTPS dapat dirayapi dan diindeks oleh Google

  • Jangan memblokir halaman HTTPS dengan file robots.txt.
  • Jangan menyertakan tag noindex meta di halaman HTTPS Anda.
  • Gunakan Ambil sebagai Google untuk menguji apakah Googlebot dapat mengakses halaman Anda.

Dukung HSTS

Sebaiknya situs HTTPS mendukung HSTS (HTTP Strict Transport Security). HSTS memberi tahu browser untuk meminta halaman HTTPS secara otomatis, meskipun pengguna memasukkan http di kolom lokasi browser. HSTS juga memberi tahu Google untuk menayangkan URL yang aman dalam hasil penelusuran. Semua tindakan ini mengurangi risiko penayangan konten yang tidak aman kepada pengguna.

Untuk mendukung HSTS, gunakan server web yang mendukung HSTS dan dapat mengaktifkan fungsinya.

Meskipun lebih aman, HSTS membuat strategi rollback Anda semakin rumit. Sebaiknya aktifkan HSTS dengan cara berikut:

  1. Luncurkan halaman HTTPS tanpa HSTS terlebih dahulu.
  2. Mulailah mengirim header HSTS dengan usia maksimum yang singkat. Pantau lalu lintas baik dari pengguna dan klien lain, serta performa  dependen, seperti iklan.
  3. Tingkatkan usia maksimum HSTS sedikit demi sedikit.
  4. Jika HSTS tidak memberikan pengaruh negatif kepada pengguna dan mesin telusur, Anda dapat meminta agar situs Anda ditambahkan ke daftar pramuat HSTS yang digunakan oleh sebagian besar browser.

Pertimbangkan untuk menggunakan prapemuatan HSTS

Jika Anda mengaktifkan HSTS, secara opsional Anda dapat mendukung prapemuatan HSTS untuk keamanan ekstra dan performa yang disempurnakan. Untuk mengaktifkan prapemuatan, Anda harus membuka hstspreload.org dan mengikuti persyaratan pengiriman untuk situs Anda.

Hindari kesalahan umum berikut

Selama proses mengamankan situs Anda dengan TLS, hindari kesalahan berikut:

Masalah Tindakan
Masa berlaku sertifikat berakhir Pastikan sertifikat Anda selalu diperbarui.
Sertifikat didaftarkan untuk nama situs yang salah Pastikan Anda telah memperoleh sertifikat untuk semua nama host yang ditayangkan oleh situs Anda. Misalnya, jika sertifikat Anda hanya mencakup www.example.com, pengunjung yang memuat situs hanya dengan example.com (tanpa awalan "www.") akan diblokir karena error nama sertifikat yang tidak sesuai.
Dukungan Server name indication (SNI) tidak ada Pastikan web Anda mendukung SNI dan pemirsa Anda menggunakan browser yang didukung, secara umum. Meski SNI didukung oleh semua browser modern, Anda membutuhkan IP yang berdedikasi jika Anda perlu dukungan pada browser yang lebih lama.
Masalah perayapan Jangan memblokir situs HTTPS dari perayapan dengan menggunakan robots.txt.
Masalah pengindeksan Izinkan pengindeksan halaman dengan mesin telusur jika memungkinkan. Hindari tag meta noindex.
Versi protokol lama Versi protokol lama sangat rentan; pastikan Anda memiliki versi koleksi TLS terbaru dan terkini serta menerapkan versi protokol terbaru.
Elemen keamanan tercampur Hanya sematkan konten HTTPS di halaman HTTPS.
Konten yang berbeda di HTTP dan HTTPS Pastikan konten di situs HTTP dan HTTPS Anda sama.
Kesalahan kode status HTTP di HTTPS Periksa bahwa situs web Anda mengembalikan kode status HTTP yang benar. Misalnya 200 OK untuk halaman yang dapat diakses, atau 404 atau 410 untuk halaman yang tidak ada.

Tips selengkapnya

Lihat FAQ migrasi HTTPS untuk tips selengkapnya tentang menggunakan halaman HTTPS di situs Anda.

Melakukan migrasi dari HTTP ke HTTPS

Jika Anda memigrasikan situs dari HTTP ke HTTPS, Google memperlakukan proses ini hanya sebagai pemindahan situs dengan perubahan URL. Proses ini dapat memengaruhi beberapa jumlah traffic Anda untuk sementara. Lihat halaman ringkasan pemindahan situs untuk mempelajari lebih lanjut.

Tambahkan properti HTTPS baru ke Search Console: Search Console memperlakukan HTTP dan HTTPS secara terpisah: data tidak dibagikan dengan properti lain di Search Console.

Lihat halaman pemecahan masalah untuk pemindahan peta situs untuk memecahkan masalah pada migrasi Anda.

Informasi selengkapnya

Detail lebih lanjut tentang menerapkan TLS di situs Anda:

Apakah artikel ini membantu?
Bagaimana cara meningkatkannya?