Praktik terbaik video

Meningkatkan kemungkinan video ditemukan oleh Google Penelusuran

Dari miliaran penelusuran Google yang dilakukan setiap hari, banyak orang yang mencari konten video. Mengikuti praktik terbaik yang tercantum di sini (serta Pedoman Webmaster yang biasa) dapat meningkatkan kemungkinan bahwa video Anda akan ditampilkan di hasil penelusuran.

Hasil video di Google Penelusuran muncul di hasil Penelusuran gabungan dan di hasil Penelusuran Video. Jika mengklik hasil video, pengguna akan diarahkan ke halaman Anda dan di halaman tersebut pengguna dapat menonton video.

 

Cara Google meng-crawl video

Untuk menampilkan video di hasil penelusuran, Google harus memahami sesuatu tentang video tersebut. Google dapat mengekstrak informasi tentang video dengan cara-cara berikut:

  • Google dapat meng-crawl video (jika dalam encoding video yang didukung) dan mengekstrak thumbnail dan pratinjau. Google juga dapat mengekstrak sedikit arti terbatas dari audio dan video file.
  • Google dapat mengekstrak informasi dari halaman yang meng-host video, termasuk teks halaman dan tag meta.
  • Google dapat menggunakan data terstruktur (VideoObject) atau petasitus video yang terkait dengan video.
Konten YouTube: Video YouTube selalu dapat di-crawl. Namun, ada baiknya jika Anda menyediakan petasitus video atau data terstruktur untuk membantu Google menemukan video YouTube yang tersemat di halaman Anda. Peta situs dan data terstruktur juga membantu Anda memberi kami informasi tambahan tentang video.

Tentang hasil Penelusuran Video

Kemungkinan video akan muncul di penelusuran, atau cara video muncul, bergantung pada seberapa banyak informasi yang Anda berikan kepada Google. Google memerlukan 2 bagian informasi untuk menampilkan video di hasil penelusuran: gambar thumbnail dan link ke file video sebenarnya. Namun, semakin banyak informasi yang Anda berikan, semakin baik pengalaman hasil penelusuran Anda.

Berikut 2 tingkat dasar tampilan penelusuran video: 

  • Tampilan dasar: Jika Anda memberikan informasi minimum absolut kepada Google, video dapat muncul di hasil penelusuran gabungan dan hasil penelusuran video dengan gambar thumbnail dan link. Anda tidak akan mendapatkan fitur yang disempurnakan seperti pratinjau video atau penguraian konten. Informasi minimum absolut adalah gambar thumbnail dan link ke file video.


    Contoh hasil video dasar

  • Tampilan yang disempurnakan: Jika Anda menyediakan informasi lebih lengkap, Google dapat memberikan lebih banyak fitur untuk video, seperti pratinjau video, durasi video, tanggal dan informasi penyedia video, kemampuan untuk membatasi hasil penelusuran berdasarkan negara pengguna atau perangkat penelusuran, dan lain sebagainya.

    Sample desktop video search result
    Contoh hasil video desktop yang disempurnakan

    Sample mobile video search result
    Contoh hasil video seluler yang disempurnakan

 

Praktik terbaik

Persyaratan minimum untuk hasil penelusuran video:

Jika ingin video Anda memenuhi syarat untuk hasil penelusuran:

  • Google harus dapat menemukan video Anda. Video diidentifikasi di halaman dengan adanya tag HTML, misalnya: <video>, <embed>, atau <object>. Pastikan bahwa halaman tidak memerlukan tindakan pengguna yang kompleks atau fragmen URL yang spesifik untuk dimuat, atau Google mungkin tidak menemukannya. Tips: Kami dapat menemukan video yang disematkan di halaman melalui crawling biasa, tetapi Anda dapat membantu kami menemukan video dengan memposting petasitus video.
  • Anda harus memberikan gambar thumbnail berkualitas tinggi untuk video.
  • Pastikan bahwa tiap video berada di halaman yang tersedia untuk publik dan pengguna dapat menonton video di halaman tersebut. Halaman tidak memerlukan login oleh pengguna. Halaman tidak diblokir oleh robots.txt atau noindex (harus dapat diakses oleh Google).
  • Konten video harus berlaku secara khusus untuk konten halaman host-nya. Misalnya, jika Anda memiliki halaman resep untuk ayam rica-rica, jangan menyematkan video tentang masakan berbahan ayam secara umum.
  • Pastikan bahwa informasi yang Anda berikan di petasitus video atau markup video sejalan dengan konten video aktual.


Untuk hasil terbaik:

Jika Anda mengambil langkah-langkah ekstra ini, Google dapat memberikan hasil penelusuran yang lebih baik untuk video:

Berikan thumbnail berkualitas tinggi untuk video

Agar memenuhi syarat untuk muncul di hasil Penelusuran Video Google, video harus memiliki gambar thumbnail yang dapat ditampilkan di hasil penelusuran.

Anda dapat memberikan (atau mengaktifkan) thumbnail dengan beberapa cara:

  • Jika menggunakan tag HTML <video>, tentukan atribut poster.
  • Di petasitus video, tentukan <video:thumbnail_loc>
  • Di data terstruktur, tentukan VideoObject.thumbnailUrl
  • Berikan video dalam format yang dapat di-crawl dan kami dapat membuat thumbnail untuk Anda.

Format yang disukai: JPG, PNG

Ukran: Dari 160x90 hingga 1920x1080 piksel

Lokasi: Thumbnail pratinjau harus dapat diakses oleh Googlebot (dengan kata lain, tidak diblokir oleh robots.txt atau persyaratan login).

Buat video agar dapat di-crawl

Jika Google dapat meng-crawl video, kami dapat membuat gambar thumbnail untuk Anda, mengaktifkan pratinjau video, dan memberikan fitur lainnya.

Untuk membuat video Anda dapat di-crawl:

  • Video harus dalam format yang didukung.
  • Halaman host video dan byte file streaming tidak boleh diblokir ke Google. (Diblokir artinya halaman atau file dilindungi oleh paywall, memerlukan login, menerapkan noindex, atau diblokir dengan robots.txt.)
  • Halaman host video dan server streaming video yang sebenarnya harus memiliki bandwidth untuk di-crawl. Jadi, jika halaman landing di example.com/puppies.html memiliki video anak anjing sematan yang ditayangkan oleh somestreamingservice.com, example.com dan somestreamingservice.com tidak boleh diblokir dan memiliki muatan server yang tersedia.

Encoding video yang didukung

Google dapat meng-crawl jenis file video berikut: .3g2, .3gp2, .3gp, .3gpp, .asf, .avi, .divx, .f4v, .flv, .m2v,, .m3u8, .m4v, .mkv, .mov, .mp4, .mpe, .mpeg, .mpg, .ogv, .qvt, .ram, .rm, .vob, .webm, .wmv, .xap

Flash tidak lagi didukung di sebagian besar browser web seluler, dan tidak digunakan lagi oleh Adobe pada 2020. Jika video Anda dalam format Flash, pertimbangkan untuk melakukan transcoding ke format lain yang didukung oleh browser seluler.

Deskripsikan video menggunakan data terstruktur atau petasitus video

Anda dapat memberikan informasi tambahan tentang video ke Google menggunakan data terstruktur, petasitus video, atau keduanya. Memberikan informasi ekstra ini dapat mengaktifkan fitur lainnya di hasil penelusuran serta membantu kami memahami dan menentukan peringkat video Anda dengan lebih baik.

Kedua teknik tersebut dapat mengungkapkan informasi yang sama kepada Google, namun petasitus video dapat berguna untuk membantu Google menemukan konten baru atau konten yang diperbarui lebih cepat, sedangkan data terstruktur mungkin lebih akrab bagi sebagian orang daripada peta situs, dan lebih konsisten dengan penggunaan data terstruktur oleh situs untuk memungkinkan hasil yang kaya. Anda dapat menggunakan kedua teknik tersebut untuk situs Anda, namun pastikan bahwa data konsisten di kedua tempat.

Data terstruktur

Tambahkan data terstruktur yang mendeskripsikan video Anda di halaman hosting. Data terstruktur adalah informasi yang Anda berikan menurut format yang terdefinisi dengan baik menggunakan tag atau JSON. Saat meng-crawl halaman, Google dapat membaca dan memahami format tersebut untuk mengekstrak informasi tentang video Anda.

Ada beberapa format yang dapat Anda gunakan, namun Google sangat merekomendasikan penggunaan sintaksis VideoObject schema.org dalam format JSON-LD.

VideoObject Schema.org (Direkomendasikan)

Sematkan kode untuk VideoObject di halaman. VideoObject dikaitkan dengan video sematan yang memiliki URL sumber yang cocok.

Pelajari cara menyematkan deskripsi VideoObject di halaman untuk tiap video.

Contoh JSON-LD VideoObject

<html>
<head>
  <title>Kolak pisang dalam 30 menit</title>
</head>
<body>
  <script type="application/ld+json">
  {
    "@context": "http://schema.org",
    "@type": "VideoObject",
    "name": "Cerita Kolak",
    "description": "Cara membuat kolak pisang yang enak dalam 30 menit",
    "thumbnailUrl": "https://example.com/imgs/kolak-small.jpg",
    "uploadDate": "2015-02-05T08:00:00+08:00",
    "duration": "PT1M33S",
    "contentUrl": "https://streamserver.example.com/kolak.mp4"
  }
  </script>
  <h1>Semua orang suka kolak pisang</h1>

  ... menghapus konten halaman terkait kolak pisang...

  <video width="420"
      src="https://streamserver.example.com/kolak.mp4"
      poster="https://example.com/imgs/kolak-small.jpg"/>
</body>
</html>

 

VideoObject Sederhana atau hasil kaya TV/Film?

Jika Anda hanya mendeskripsikan acara televisi atau film dengan informasi seperti ulasan atau informasi transmisi, atau jika video memerlukan tindakan yang kompleks seperti pembelian atau rental, sebaiknya implementasikan jenis data terstruktur TV atau Film di situs Anda. Menggunakan data terstruktur TV atau Film memungkinkan hasil kaya di Penelusuran yang dapat mencakup rating, ulasan, dan informasi aktor, serta link ke layanan streaming gratis atau berbayar. Hasil kaya hanya ditampilkan di panel hasil penelusuran gabungan.

 
Open Graph Protocol

Sebagai alternatif sintaks VideoObject schema.org, Google juga dapat memproses beberapa metadata Open Graph Protocol. Tag harus mendeskripsikan video utama dan paling menonjol di halaman.

Petasitus video

Petasitus video adalah peta situs XML yang digunakan oleh Google untuk menemukan video di situs Anda, dan juga dapat memberikan informasi tentang video ke Google. Entri petasitus video dapat mendeskripsikan video dengan cara yang sama seperti elemen data terstruktur VideoObject. Keuntungan menggunakan petasitus video adalah dapat membantu Google menemukan video baru atau yang diperbarui, dan dapat mendeskripsikan banyak video dalam satu file daripada mengharuskan Google meng-crawl tiap halaman dan menemukan perubahan satu per satu.

Pelajari cara membuat petasitus video.

Memperbarui konten

Notifying Google of Video Updates

 

Anda dapat memberi tahu Google jika video telah berubah, bergantung pada cara Anda membantu kami menemukan atau membaca konten. Jika Anda hanya menukar URL video atau file sumber tanpa perubahan lain, Google mungkin tidak memerhatikan perubahan tersebut.

  • Data terstruktur: Jika data terstruktur video di halaman berubah, Google akan melihat perubahan saat berikutnya meng-crawl halaman. Anda dapat memberi tahu Google tentang halaman yang berubah dengan menggunakan peta situs biasa atau petasitus video.
  • Petasitus video dan mRSS: Jika Anda memposting petasitus video, Google secara berkala akan meng-crawl peta situs tersebut dan memperbarui hasil penelusuran dengan data video yang berubah. Anda juga dapat mengirim ulang peta situs atau memberi tahu Google tentang peta situs yang berubah untuk meminta crawling ulang dengan segera. Cari tahu selengkapnya tentang mengirim peta situs dan menggunakan permintaan HTTP untuk memperbarui peta situs.

Menghapus video

Kami merekomendasikan opsi berikut untuk menghapus video dari situs Anda:

  • Kode status HTTP Return 404 (Not found) untuk halaman landing yang berisi video yang dihapus atau habis masa berlakunya. Selain kode respons 404, Anda tetap dapat mengembalikan HTML halaman untuk membuat perubahan transparan bagi sebagian besar pengguna.
  • Sebutkan tanggal habis masa berlaku di data terstruktur schema.org, petasitus video (gunakan elemen <video:expiration_date>), atau feed mRSS (tag <dcterms:valid>). Berikut ini contoh petasitus video dengan video yang habis masa berlakunya pada November 2009:
    <urlset xmlns="http://www.sitemaps.org/schemas/sitemap/0.9"
            xmlns:video="http://www.google.com/schemas/sitemap-video/1.1"> 
      <url> 
        <loc>http://www.example.com/videos/some_video_landing_page.html</loc>
        <video:video>
          <video:thumbnail_loc>
              http://www.example.com/thumbs/123.jpg
          </video:thumbnail_loc> 
          <video:title>
              Mengisi liburan sekolah dengan membakar sate
          </video:title>
          <video:description>
              Beni menunjukkan cara agar daging sate menjadi empuk
          </video:description>
          <video:player_loc>
              http://www.example.com/videoplayer?video=123
          </video:player_loc>
          <video:expiration_date>2009-11-05T19:20:30+08:00</video:expiration_date>
        </video:video> 
      </url> 
    </urlset>
    
Jika Anda harus segera menghapus video dari hasil penelusuran, sebaiknya ajukan permintaan penghapusan juga. Perlu diperhatikan bahwa video tidak boleh ada atau dapat diakses oleh Google (dengan kata lain, harus berupa 404 atau mengharuskan login) agar permintaan ini berhasil.

Hindari penggunaan kondisional pemuatan video yang kompleks

Saat mendesain situs Anda, konfigurasikan halaman video tanpa interaksi pengguna atau kondisi yang terlalu kompleks yang diperlukan untuk memuat video. Misalnya, jika Anda menggunakan JavaScript yang rumit untuk menyematkan objek video dari dalam JavaScript hanya dalam situasi tertentu (misalnya, menggunakan hashtag di URL), ada kemungkinan juga bahwa kami tidak akan menemukan semua video Anda. Hal ini sangat penting jika Anda tidak menggunakan peta situs untuk membuat daftar video.

Ciptakan pengalaman pengguna yang sangat baik di halaman video

Selain menampilkan video yang luar biasa, Anda harus memikirkan desain halaman HTML di sekitar konten. Misalnya, perhatikan berikut ini:

  • Buat halaman landing tersendiri untuk tiap video. Di situ Anda dapat mengumpulkan semua informasi terkait. Jika Anda melakukannya, pastikan Anda menyediakan informasi yang unik—seperti judul dan teks yang deskriptif - di tiap halaman.
  • Permudah pengguna untuk menemukan dan memutar video di tiap halaman landing. Dengan adanya pemutar video yang terlihat dan tersemat menggunakan format video yang didukung secara umum, video Anda menjadi lebih menarik bagi pengguna dan lebih mudah untuk diindeks oleh Google.

Batasi pengguna menurut platform

Anda dapat membatasi hasil penelusuran untuk video Anda berdasarkan platform penelusur. Platform mencakup browser komputer, browser perangkat seluler, dan browser televisi.

Video Platform Restrictions

Membatasi menurut platform menggunakan petasitus video

Jika video tidak dikenai pembatasan platform, Anda harus menghapus tag pembatasan platform.

Di petasitus video, tag <video:platform> dapat digunakan untuk mengizinkan atau mencegah kemunculan video di hasil penelusuran dari perangkat yang ditentukan. Hanya satu tag <video:platform> yang diperbolehkan per entri video. Tag memiliki atribut relationship wajib untuk menentukan apakah platform yang tercantum akan dikecualikan atau diperlukan.

Contoh

Dalam contoh petasitus video ini, video hanya akan mucul di browser desktop dan seluler.

<url>
  <loc>http://www.example.com/videos/some_video_landing_page.html</loc>
  <video:video>
    <video:thumbnail_loc>
        http://www.example.com/thumbs/123.jpg
    </video:thumbnail_loc>
    <video:title>Mengisi liburan sekolah dengan membakar sate</video:title>
    <video:description>
        Beni menunjukkan cara agar daging sate menjadi empuk
    </video:description>
    <video:player_loc>
        http://www.example.com/videoplayer?video=123
    </video:player_loc>
    <video:platform relationship="allow">web mobile</video:restriction>
  </video:video>
</url>

Membatasi menurut platform menggunakan data terstruktur atau mRSS

Tidak ada tag pembatasan platform untuk VideoObject atau feed mRSS.

Membatasi pengguna menurut negara

Anda dapat membatasi hasil penelusuran untuk video berdasarkan lokasi penelusur. Jika video tidak memiliki batasan negara, Anda harus menghapus tag batasan negara.

Video Country Restrictions

Membatasi menurut negara menggunakan petasitus video

Di petasitus video, tag <video:restriction> dapat digunakan untuk mengizinkan atau mencegah video muncul di negara tertentu. Hanya satu tag <video:restriction> yang diperbolehkan per entri video.

Tag <video:restriction> harus berisi satu atau beberapa kode negara berdasarkan ISO 3166 yang dipisahkan spasi. Atribut relationship wajib menentukan jenis batasan.

  • relationship="allow" - Video hanya akan muncul untuk negara yang ditentukan. Jika tidak ada negara yang ditentukan, video tidak akan muncul di mana pun.
  • relationship="deny" - Video akan muncul di mana saja, kecuali di negara yang ditentukan. Jika tidak ada negara yang ditentukan, video akan muncul di mana saja.

Dalam contoh petasitus video ini, video hanya akan mucul di Kanada dan Meksiko.

   <url> 
     <loc>http://www.example.com/videos/some_video_landing_page.html</loc>
     <video:video>
       <video:thumbnail_loc>
           http://www.example.com/thumbs/123.jpg
       </video:thumbnail_loc> 
       <video:title>Mengisi liburan sekolah dengan membakar sate</video:title>
       <video:description>
           Beni menunjukkan cara agar daging sate menjadi empuk
       </video:description>
       <video:player_loc>
           http://www.example.com/player?video=123
       </video:player_loc>
       <video:restriction relationship="allow">ca mx</video:restriction> 
     </video:video> 
   </url>

Membatasi menurut negara menggunakan data terstruktur

Jika Anda menggunakan data terstruktur VideoObject untuk mendeskripsikan video, setel properti VideoObject.regionsAllowed untuk menentukan wilayah mana yang mendapatkan hasil penelusuran video. Jika Anda menghapus properti ini, semua wilayah dapat melihat video di hasil penelusuran.

Membatasi menurut negara menggunakan mRSS

Video di feed mRSS dapat menetapkan pembatasan negara menggunakan tag media:restriction dan menyetel atribut type yang bersifat wajib ke country. Tag media:restriction juga memerlukan atibut relationship yang disetel ke allow atau deny dan menerima daftar kode negara berdasarkan ISO 3166 yang dipisahkan spasi.

Dalam contoh entri mRSS ini, video akan muncul di mana saja, kecuali di Amerika Serikat dan Kanada.

  <item xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:dcterms="http://purl.org/dc/terms/">
    <link>http://www.example.com/examples/mrss/example.html</link>
    <media:content url="http://www.example.com/examples/mrss/example.mp4"
                   fileSize="405321" type="video/x-flv" height="240"
                   width="320" duration="120" medium="video"
                   isDefault="true">
      <media:title>Mengisi Liburan Sekolah dengan Membakar Sate</media:title>
      <media:description>
          Cara agar daging sate jadi empuk
      </media:description>
      <media:thumbnail
          url="http://www.example.com/examples/mrss/example.png"
          height="120" width="160"/>
    </media:content>
    <media:restriction relationship="deny" type="country">us ca</media:restriction>
  </item>

Baca tentang cara menggunakan feed mRSS untuk Penelusuran Video Google atau tentang tag media:restriction selengkapnya di spesifikasi mRSS.

Yang mana URL-nya?

Ada beberapa URL yang dapat dikaitkan dengan file video di halaman. Berikut ringkasan sebagian besarnya:

Diagram of URLs in a page

  Tag Deskripsi
1
  • <loc>
    (Tag petasitus video)

URL halaman yang meng-host video. Contoh:

<loc>https://example.com/news/worlds-biggest-cat.html</loc>

2
  • VideoObject.embedUrl
    (Data terstruktur)
  • <video:player_loc>
    (Tag petasitus video)
  • <iframe src="...">

URL pemutar kustom. Biasanya ini merupakan nilai src untuk tag <iframe> atau <embed> di halaman. Contoh:

<video:player_loc>
https://archive.example.org/cats/1234</video:player_loc>

3
  • <video src="...">
    (Tag HTML)
  • <embed src="...">
    (Tag HTML)
  • <video:content_loc>
    (Tag petasitus video)
  • VideoObject.contentUrl
    (Data terstruktur)

URL byte konten yang sebenarnya, apakah di situs lokal atau di layanan streaming. Contoh:

<video src="videos.example.com/cats/1234.mp4">

 

Saat menyertakan data terstruktur, petasitus video, atau alternatif peta situs, Anda harus mengarahkan ke pemutar sematan atau byte file, yang sesuai untuk kolom tersebut.

Memblokir video dari hasil Google Penelusuran

Jika Anda ingin menyembunyikan video dari hasil Google Penelusuran, ada beberapa metode untuk melakukannya:

  • Tempatkan semacam layar login untuk halaman host dan file video.
  • Tambahkan pembatasan negara pada petasitus video untuk video tersebut, lalu tentukan daftar allow yang kosong:
    <video:restriction relationship="allow"></video:restriction>
  • Gunakan robots.txt untuk memblokir video sumber dan/atau halaman host. Jika halaman video dan host merupakan situs yang sama, blokir URL file sumber (alamat contentUrl) dan URL halaman host. Jika video dihosting di CDN berbeda, cukup blokir halaman host/pemutar.
  • Tampilkan respons HTTP noindex untuk halaman host dan file (jika file ada di halaman Anda).

Perhatikan bahwa semua metode di atas tidak dapat mencegah halaman lain untuk menaut ke video atau halaman Anda.

Kesalahan umum pengindeksan video

Berikut ini beberapa kesalahan paling umum dalam pengindeksan video yang telah kami lihat dan saran kami bagi Anda untuk meningkatkan kemungkinan ditampilkannya video Anda di hasil penelusuran. Anda juga harus membaca Pedoman Webmaster.

Common Video Indexing Pitfalls

Memblokir resource dengan robots.txt

Praktik yang umum adalah menggunakan robots.txt untuk mencegah mesin telusur meng-crawl file JavaScript, video, dan gambar. Agar Google dapat mengindeks video, kami harus dapat melihat thumbnail yang ditentukan di data terstruktur atau peta situs Anda, halaman tempat video berada, video itu sendiri, dan JavaScript atau resource lain yang diperlukan untuk memuat video. Pastikan bahwa aturan robots.txt Anda tidak memblokir salah satu resource terkait video tersebut.

Jika Anda menggunakan petasitus video atau mRSS, pastikan Google dapat mengakses peta situs atau feed mRSS yang Anda kirim. Jika ini diblokir oleh robots.txt, kami tidak dapat membacanya.

Pelajari lebih lanjut robots.txt.

Gambar thumbnail berkualitas rendah

Kami menerima thumbnail dari format gambar apa saja, namun menurut kami gambar .png dan .jpg adalah yang terbaik. Gambar harus minimum 160x90 piksel, dan tidak lebih dari 1920x1080 piksel.

Thumbnail, judul, atau deskripsi duplikat

Menggunakan thumbnail, judul, atau deskripsi yang sama untuk video yang berbeda dapat memengaruhi pengindeksan video dan membingungkan pengguna. Pastikan bahwa data untuk tiap video bersifat unik. Untuk konten episodik, masalah yang umum terjadi adalah beberapa video dengan thumbnail layar judul yang sama.

Menyetel tanggal habis masa berlaku di masa lalu

Jika Google melihat video dengan tanggal habis masa berlaku di masa lalu, kami tidak akan menyertakan video tersebut di hasil penelusuran. Ini mencakup tanggal habis masa berlaku dari peta situs, data terstruktur di halaman, dan tag habis masa berlaku meta di header situs. Pastikan tanggal habis masa berlaku sudah tepat untuk tiap video. Tindakan ini berguna jika video Anda tidak tersedia lagi setelah tanggal habis masa berlaku, namun Anda dapat tidak sengaja menyetel tanggal ke masa lalu untuk video yang tersedia. Jika video belum habis masa berlakunya, jangan sertakan informasi habis masa berlakunya.

Mencantumkan video yang dihapus

Ketika video yang tersemat telah dihapus dari halaman, beberapa situs menggunakan pemutar Flash untuk memberi tahu pengguna bahwa video sudah tidak tersedia. Ini dapat menimbulkan masalah bagi mesin telusur, dan oleh karena itu, kami merekomendasikan opsi berikut:

  • Kode status HTTP Return 404 (Not found) untuk halaman landing yang berisi video yang dihapus atau habis masa berlakunya. Selain kode respons 404, Anda tetap dapat mengembalikan HTML halaman untuk membuatnya transparan bagi sebagian besar pengguna.
  • Sebutkan tanggal habis masa berlaku pada data terstruktur di halaman, petasitus video (gunakan elemen <video:expiration_date>), atau feed mRSS (tag <dcterms:valid>) yang dikirimkan ke Google.

JavaScript kompleks dan fragmen URL

Saat mendesain situs, hindari mengonfigurasi halaman video dengan JavaScript yang terlalu kompleks. Jika Anda menggunakan JavaScript yang terlalu rumit untuk menyematkan objek dari dalam JavaScript hanya dalam situasi tertentu, ada kemungkinan juga bahwa kami tidak akan mengindeks video Anda dengan tepat. URL konten atau halaman landing yang mengharuskan "tanda pagar" atau ID fragmen tidak didukung. Selain, menggunakan Flash di halaman dapat mencegah pengindeksan yang efisien. Untuk hasil terbaik, tampilkan judul dan deskripsi video Anda dalam markup HTML biasa daripada menggunakan Flash.

Jika Anda menggunakan data terstruktur di halaman, data terstruktur harus ada tanpa menjalankan Flash atau pemutar tersemat lainnya.

Video yang kecil, tersembunyi, atau sulit ditemukan

Pastikan video Anda terlihat dan mudah ditemukan di halaman video. Google menyarankan agar menggunakan halaman tersendiri untuk tiap video dengan judul deskriptif atau deskripsi yang bersifat unik untuk tiap video. Video harus terlihat di halaman dan tidak boleh tersembunyi atau sulit ditemukan.

Apakah ini membantu?
Bagaimana cara meningkatkannya?