Tentang data Google Analytics di laporan Google Ads

Setelah menautkan akun Google Analytics dan Google Ads, Anda dapat mengimpor data Google Analytics ke Google Ads dan melihat data ini di akun Google Ads. Data ini dapat memberi Anda wawasan dan kemungkinan peluang untuk mengoptimalkan kampanye Anda.

Artikel ini akan memberi Anda gambaran tentang bagaimana data Google Analytics dapat membantu di akun Google Ads. Jika sudah siap, selanjutnya Anda dapat mengikuti petunjuk untuk menambahkan kolom Google Analytics ke laporan.

Cara kerjanya

Untuk melihat data Google Analytics di Google Ads, Anda terlebih dulu harus mengaktifkan pemberian tag otomatis untuk akun Google Ads, menautkan akun Google Ads dan Google Analytics, serta memilih tampilan Google Analytics yang menjadi tempat pengimporan metrik situs. Lalu, Anda akan menambahkan kolom Google Analytics ke laporan Google Ads.

Dengan melihat metrik keterlibatan situs Google Analytics ini bersama dengan statistik performa Google Ads, Anda dapat melihat apa yang dilakukan orang setelah mengklik iklan Anda dan menjangkau halaman landing Anda. Berikut jenis data yang dapat dilihat:

  • Rasio Pantulan: Ketika seseorang hanya melihat satu halaman atau hanya memicu satu peristiwa, Analytics menganggap ini sebagai "pantulan". Rasio Pantulan situs Anda adalah persentase sesi yang merupakan pantulan.
  • Durasi Sesi rata-rata (detik): Waktu rata-rata seseorang bertahan di situs Anda.
  • Halaman/Sesi: Jumlah rata-rata halaman yang dilihat per sesi.
  • % Sesi Baru: Estimasi persentase sesi yang pertama kali.

Informasi ini membantu Anda menunjukkan seberapa efektif kampanye dan grup iklan Anda. Informasi ini membantu Anda membuat keputusan tentang anggaran, bid, halaman landing, dan teks iklan Anda.

Misalnya, melihat Rasio Pantulan grup iklan di samping rasio klik-tayang (CTR) dapat memberi Anda gambaran mengenai apakah pelanggan melihat sesuatu yang mereka harapkan di situs setelah mengklik iklan.

Siap menambahkan data Google Analytics ke laporan Google Ads? Ikuti petunjuk untuk menambahkan data Google Analytics ke laporan Google Ads.

Contoh

Dani menjual bunga secara online. Salah satu kampanyenya difokuskan pada bunga ulang tahun, dan ia bereksperimen dengan berbagai tema kata kunci untuk menemukan kata kunci yang menghasilkan penjualan terbanyak. Salah satu grup iklannya difokuskan pada "buket ulang tahun", sementara grup iklan lainnya mengandung kata kunci dan iklan yang terkait dengan "karangan bunga ulang tahun".

Saat melihat rasio klik-tayang (CTR) untuk kedua grup iklan, ia melihat bahwa lebih banyak orang yang mengklik iklan dari grup iklan “buket” daripada iklan dari grup iklan “karangan bunga”. Pada awalnya, ia berpikir bahwa grup iklan "buket" lebih sukses. Namun, setelah ia menambahkan kolom Rasio Pantulan (berdasarkan data Google Analytics) ke laporan grup iklannya, Dani melihat informasi baru yang berharga.

Meskipun iklan dari grup iklan "buket" memiliki CTR lebih tinggi, yaitu 8%, dibandingkan dengan CTR iklan "karangan bunga", yaitu 6%, namun grup iklan “buket” juga memiliki Rasio Pantulan yang lebih tinggi (60%). Ini berarti bahwa lebih dari setengah orang yang sampai ke situsnya setelah mengklik grup iklan “buket” tidak bertahan untuk menjelajahi situs tersebut atau melakukan pembelian.

Dengan kata lain, grup iklan "buket" mungkin mendapatkan banyak klik, namun bukan klik yang diharapkan Dani. Ia melihat bahwa grup iklan “karangan bunga” memiliki Rasio Pantulan lebih rendah (30%), yang berarti bahwa orang yang mengklik ke situsnya dari iklan tersebut kemungkinan besar akan tetap bertahan di situs tersebut dan menjelajah.

 

"Tema" Grup Iklan Tayangan CTR Klik Iklan Rasio Pantulan Pengguna yang
tidak terpantul
buket ulang tahun 1.000 8% 80 60% 32
karangan bunga ulang tahun 1.000 6% 60 30% 42

 

Meskipun grup iklan “karangan bunga” mendapatkan klik yang lebih sedikit, bagi Dani, hal itu lebih bernilai, karena menghasilkan klik dari orang-orang yang setia menjelajahi situs webnya.

Selengkapnya tentang data Google Analytics di Google Ads

Perbedaan antara data Google Ads dan Google Analytics

Terkadang data Google Ads Anda mungkin tidak cocok dengan data Google Analytics yang diimpor. Berikut ini beberapa penyebab yang paling umum:

  • Google Ads melacak klik, sementara Google Analytics melacak sesi. Ada beberapa penyebab yang memungkinkan perbedaan pada metrik tersebut:
    • Pelanggan mungkin mengklik iklan Anda beberapa kali. Ketika 1 orang mengklik 1 iklan beberapa kali dalam sesi yang sama, Google Ads mencatatnya sebagai beberapa klik sedangkan Google Analytics mengidentifikasi tayangan halaman yang terpisah sebagai 1 sesi.
    • Seseorang mungkin mengklik iklan, dan kemudian, selama sesi yang berbeda, langsung kembali ke situs melalui bookmark atau link tersimpan. Ini akan dicatat sebagai 1 klik di Google Ads, namun dicatat sebagai beberapa sesi di Analytics.
    • Seseorang mungkin mengklik iklan Anda, namun kemudian berubah pikiran dan mencegah halaman dimuat secara penuh dengan mengklik ke halaman lainnya atau dengan menekan tombol Berhenti atau Kembali di browser. Dalam hal ini, Analytics tidak akan mencatatnya sebagai sebuah sesi, tetapi Google Ads tetap menghitungnya sebagai sebuah klik.
  • Untuk memastikan penagihan yang lebih akurat, Google Ads memfilter klik yang tidak valid secara otomatis dari laporan Anda.
  • Membandingkan rentang tanggal yang panjang mungkin menyertakan jangka waktu ketika akun Anda tidak ditautkan.
Ketersediaan dan kesegaran data

Google Analytics mulai mengumpulkan dan menyimpan data khusus Google Ads segera setelah Anda membuat link akun antara Google Analytics dan Google Ads. Jadi, Anda dapat mengimpor data Google Analytics ke Google Ads sepanjang Anda telah menautkan akun Google Ads dan Analytics Anda bersama-sama.

Contoh

Jika Anda telah menautkan sumber biaya pada tanggal 1 Mei, dan mulai mengimpor data Google Analytics ke akun Google Ads pada tanggal 15 Mei, laporan Google Ads Anda akan menyertakan data Google Analytics dari tanggal 1 Mei. Catatan: Data Google Analytics hanya tersedia paling lama sejak 1 April 2009.

Meskipun Google Analytics umumnya memproses data secara terus-menerus selama sehari penuh, namun update semua data mungkin memerlukan waktu hingga 24 jam. Misalnya, jika Anda menjalankan laporan untuk "hari kemarin" pada pukul 15.00 hari ini, mungkin saja beberapa data dari hari kemarin (terutama sekali dari pukul 15.00 hingga tengah malam) belum dimasukkan sepenuhnya ke laporan Anda.

Apakah ini membantu?
Bagaimana cara meningkatkannya?

Perlu bantuan lain?

Login untuk opsi dukungan tambahan guna memecahkan masalah dengan cepat