Nilai berbeda dari solusi analisis web lain

Produk analisis web yang berbeda mungkin menggunakan beragam metode untuk melacak kunjungan ke situs web. Karenanya, perbedaan antara laporan yang dibuat oleh beragam produk adalah hal yang wajar. Namun, kami umumnya percaya bahwa cara terbaik untuk memahami metrik di berbagai program analisis web yang berbeda adalah dengan berpikir dari segi tren, alih-alih hanya memperhatikan angka belaka.

Satu contoh adalah membandingkan metrik terkait, seperti tayangan laman (mis., 15% lalu lintas menuju ke laman x). Selain itu, perbandingan data dari waktu ke waktu dapat menghasilkan informasi yang bernilai seperti "konversi meningkat sebesar 20% selama 3 bulan terakhir", atau "situs kami mendapatkan tayangan laman 10% lebih banyak pada bulan Maret". Dalam sebagian besar kasus, Anda akan melihat bahwa solusi analisis yang berbeda, meskipun menghasilkan angka berlainan, akan menggambarkan tren yang sama secara umum.

Meskipun kami tidak mampu memberikan perbandingan secara berdampingan dari Google Analytics dengan solusi pelacakan web lainnya, daftar berikut ini menunjukkan beberapa alasan utama mengapa jumlah sebenarnya dapat berbeda:

  • Terminologi: Terminologi yang digunakan di satu program mungkin maknanya berbeda atau mungkin tidak diukur dengan cara yang sama seperti di program lain. Tayangan laman secara umum serupa di antara berbagai vendor; namun, mendefinisikan kunjungan atau pengunjung jauh lebih sulit. Di Analytics, jika pengguna mengunjungi situs dua kali dalam tiga puluh menit tanpa menutup browser, maka akan terdaftar sebagai satu kunjungan. Solusi analisis web lainnya mungkin memperlakukan perilaku ini sebagai dua kunjungan, tergantung pada definisi yang dipegang.
  • Metode pelacakan: Ada dua metode utama aktivitas pelacakan: berbasis cookie dan IP + User-Agent.
    • Pelacakan berbasis cookie mengandalkan paket teks yang dikirim bolak-balik antara browser web dan server yang mengaksesnya, umumnya disebut sebagai cookie. Setiap solusi web analytics dapat memiliki berbagai opsi default dan opsi yang dapat disesuaikan untuk cookie Pelajari lebih lanjut penggunaan cookie Google Analytics di situs web.
    • Pelacakan IP + User-Agent biasanya menggunakan analisis file-log untuk datanya. Hal ini mungkin akan melaporkan jumlah angka yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang dilaporkan oleh pelacakan berdasarkan cookie dikarenakan alamat IP yang ditetapkan secara dinamis, serta kunjungan spider dan robot.
  • Cookie pihak pertama vs pihak ketiga: Bahkan di antara solusi pelacakan berdasarkan cookie, terdapat perbedaan antara cookie pihak pertama dan ketiga. Karena cookie pihak ketiga ditentukan oleh sumber selain situs web yang dikunjungi, cookie tersebut sering kali dicekal oleh browser dan perangkat lunak keamanan.
  • Gambar pihak ketiga: Beberapa browser memberikan opsi kepada pengguna untuk menonaktifkan gambar yang diminta dari domain lain selain laman yang ditampilkan.
  • Filter/setelan: Banyak solusi analisis web menyediakan filter data. Perbedaan dalam cara filter tersebut diterapkan atau membuat filter yang sama sekali berbeda, dapat secara drastis memengaruhi data di laporan Anda.
  • Perbedaan zona waktu: Jika data grup solusi analisis web Anda menggunakan zona waktu yang berbeda, data harian atau per jam akan terpengaruh.
  • Preferensi browser pengunjung: Teknologi yang dicopot pemasangannya, dicekal, atau dinonaktifkan oleh pengguna tidak dapat digunakan sebagai metode pelacakan Analytics.
  • Pembuatan cache: Bergantung pada solusi analisis, kunjungan ke laman yang telah dibuatkan cache dapat atau tidak dapat dihitung sebagai kunjungan laman.
  • Perbedaan Pengaitan: Google Analytics menggunakan model pengaitan “mendekati klik terakhir” sebagai default. Sumber lain mungkin menggunakan klik terakhir sebenarnya, atau sebaliknya, untuk mengaitkan data sasaran atau pendapatan.